BIOS (Basic Input/Output System) secara sederhana merupakan sebuah system di dalam Chip Motherboard yang bertugas mengenali dan menyiapkan perangkat keras/hardware komputer saat PC dinyalakan, seperti Hardisk, Processor, Floppy Disk, Memory, DVD Rom dan lainnya. Jika semua beres maka Sistem Operasi (seperti windows,Linux) baru mulai dijalankan
BIOS (Basic Input/Output System) secara sederhana merupakan sebuah system di dalam Chip Motherboard yang bertugas mengenali dan menyiapkan perangkat keras/hardware komputer saat PC dinyalakan, seperti Hardisk, Processor, Floppy Disk, Memory, DVD Rom dan lainnya. Jika semua beres maka Sistem Operasi (seperti windows,Linux) baru mulai dijalankan.
Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk melakukan upgrade (memperbarui) BIOS di komputer kita. Karena memang sangat beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati-hati komputer malah tidak bisa dioperasikan lagi ;). Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan BIOS harus diupgrade, misalnya :
# Ketika komputer dinyalakan, tiba-tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi.
# Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena sering BIOS belum mengenali processor tersebut.
# BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.
# BIOS gagal mendeteksi hardware, seperti hardiks, CD-ROM, VGA dan lainnya
# Ingin [sedikit] lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)
# Adanya rekomendasi dari vendor Motherboard
Jika BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan Sistem operasi seperti Windows Xp misalnya. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan BIOS misalnya :
# Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba-tiba mati (tanpa UPS)
# Terkena Virus
# Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade, BIOS tidak cocok dengan jenis motherboard dll.
Bagaimana meng-upgrade BIOS Komputer?
Untuk meng-upgrade BIOS, diperlukan 2 file, pertama file BIOS itu sendiri dan Flash Memory Writer utility, yaitu software untuk mengupgrade (flash) BIOS, misalnya AFLASH.EXE, AWD816a.EXE dan lainnya. File BIOS biasanya dengan ekstensi 001, BIN atau lainnya, sengan ukuran kurang dari 512 KB. Kebanyakan Untuk mengupgrade BIOS harus dilakukan melalui DOS atau MS-DOS, meski saat ini juga sudah banyak vendor yang menyediakan software yang berbasis Windows.
Yang perlu diperhatikan adalah mencari file BIOS dan Flash Writer yang tepat, karena jika tidak sesuai, komputer kemungkinan bakalan tidak bisa hidup lagi. Tetapi jika tipe sudah tepat, maka kemungkinan selalu berhasil, kecuali mati listrik atau komputer mati ketika flash BIOS sedang berjalan. Pada umumnya flash BIOS hanya berlangsung beberapa detik saja. Kurang dari 30 detik. Untuk melakukan flash BIOS, setelah masuk ke DOS, ketikkan nama Flash Writer, misalnya untuk AWD816a.EXE
C:\ADW816a
Maka biasanya ada keterangan cara pemakaiannya. Ikuti perintah yang ada, pastikan juga untuk membackup BIOS yang lama, dapat dilakukan dengan file flash writer itu juga. Keterangan yang ditampilkan mungkin berbeda-beda. Jika masih ragu, sebaiknya ditanyakan kepada yang lebih tahu. Atau bisa juga dibaca di buku petunjuk motherboard.
Bagaimana Cara menentukan Tipe Motherboard?
Ada beberapa cara menentukan tipe Motherboard yang dimiliki, antara lain :
# Melihat buku petunjuk yang disertakan ketika membeli Motherboard
# Melihat Tampilan awal ketika komputer menyala, biasanya ditampilkan seri atau tipe motherboard
# Melihat langsung motherboard (membuka casing komputer), disana biasanya ditulis merk Motherboard dan tipenya.
Dimana Download BIOS dan Flash Utility tersebut?
Jika motherboard kita termasuk populer, maka vendor biasanya telah menyediakan download BIOS dan Flash Utility-nya, seperti MSI, Gigabyte dan sejenisnya. Berikut beberapa link untuk download BIOS maupun driver motherboard yang bisa dijadikan referensi :
# ASUS Motherboard disini
# ECS web Site disini
# GIGABYTE Motherboard disini
# Micro Star International (MSI) Motherboard disini
# DriverStock Tempat download berbagai driver
Jika Motherboard anda tidak memiliki web site resmi untuk download driver, bisa dicoba mencari melalui www.google.com, dengan mengetikkan tipe motherboard diikuti kata seperti BIOS, download BIOS dan sejenisnya. Misalnya “BIOS P4VP-MX” atau “Download BIOS P4VP-MX”.
Tampilkan postingan dengan label About Computer Maintenance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Computer Maintenance. Tampilkan semua postingan
Mei 14, 2010
September 01, 2009
Mengatasi USB Write Protected
Kondisi seperti ini pasti tidak diinginkan oleh anda semua khan?! Hal ini pernah terjadi pada kami. Dan setelah googling, akirnya ketemu juga pemecahannya.
Sebenarnya, pada "kondisi" Write Protected, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini : "This Disk is Write-Protected". Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.
Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.
Kondisi seperti ini pasti tidak diinginkan oleh anda semua khan?! Hal ini pernah terjadi pada kami. Dan setelah googling, akirnya ketemu juga pemecahannya.
Sebenarnya, pada "kondisi" Write Protected, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini : "This Disk is Write-Protected". Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.
Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies.
Jika di panel bagian kanan ada WriteProtect, double click dan dibagian value data isikan 0 atau hapus WriteProtect tersebut atau bisa juga hapus key StorageDevicePolicies. Kemudian refresh (View > Refresh). Coba lepas USB Flash Disk dan ulangi copy datanya.
Sebaliknya, untuk membatasi pengguna komputer agar tidak bisa menulis, mengcopy atau memindah data di flash disk, maka bisa dilakukan dengan tips berikut :
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key (mirip folder) berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control. Buat key baru (klik kanan dan pilih menu New > Key, kemudian beri nama StorageDevicePolicies.
Kemudian buka key StorageDevicePolicies tersebut dan klik kanan pilih New > DWORD Value beri nama WriteProtect.
Double click WriteProtect tersebut, di bagian value data dan isi dengan nilai 1. Klik OK.
Selain CurrentControlSet, pengubahan juga harus dilakukan di key ControlSet001, ControlSet002 dan seterusnya jika ada. Jadi bisa di cek di Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\StorageDevicePolicies
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\StorageDevicePolicies
Setelah di set seperti diatas, maka semua user yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat menyimpan, mencopy atau memindah data ke USB Flash Disk, tanpa harus me restart komputer terlebih dahulu. Sehingga muncul pesan disk write-protected seperti diatas.
USB Mass Storage tidak berfungsi (Disable)
Ada kalanya media penyimpan eksternal seperti USB Flash Disk, hardisk Eksternal dan sejenisnya tidak bisa diaktifkan atau di disable. Jika mengalami hal ini maka coba tip berikut :
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor
Di panel bagian kanan double klik Start, ganti isinya (Value data) dengan 3 untuk mengaktifkan USB storage, jika isinya 4 maka Removable USB mass storage akan di disable.
Jika efeknya tidak langsung terlihat, maka Restart komputer terlebih dahulu.
Sebenarnya, pada "kondisi" Write Protected, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini : "This Disk is Write-Protected". Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.
Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.
Kondisi seperti ini pasti tidak diinginkan oleh anda semua khan?! Hal ini pernah terjadi pada kami. Dan setelah googling, akirnya ketemu juga pemecahannya.
Sebenarnya, pada "kondisi" Write Protected, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini : "This Disk is Write-Protected". Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.
Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies.
Jika di panel bagian kanan ada WriteProtect, double click dan dibagian value data isikan 0 atau hapus WriteProtect tersebut atau bisa juga hapus key StorageDevicePolicies. Kemudian refresh (View > Refresh). Coba lepas USB Flash Disk dan ulangi copy datanya.
Sebaliknya, untuk membatasi pengguna komputer agar tidak bisa menulis, mengcopy atau memindah data di flash disk, maka bisa dilakukan dengan tips berikut :
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key (mirip folder) berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control. Buat key baru (klik kanan dan pilih menu New > Key, kemudian beri nama StorageDevicePolicies.
Kemudian buka key StorageDevicePolicies tersebut dan klik kanan pilih New > DWORD Value beri nama WriteProtect.
Double click WriteProtect tersebut, di bagian value data dan isi dengan nilai 1. Klik OK.
Selain CurrentControlSet, pengubahan juga harus dilakukan di key ControlSet001, ControlSet002 dan seterusnya jika ada. Jadi bisa di cek di Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\StorageDevicePolicies
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\StorageDevicePolicies
Setelah di set seperti diatas, maka semua user yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat menyimpan, mencopy atau memindah data ke USB Flash Disk, tanpa harus me restart komputer terlebih dahulu. Sehingga muncul pesan disk write-protected seperti diatas.
USB Mass Storage tidak berfungsi (Disable)
Ada kalanya media penyimpan eksternal seperti USB Flash Disk, hardisk Eksternal dan sejenisnya tidak bisa diaktifkan atau di disable. Jika mengalami hal ini maka coba tip berikut :
Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
Cari Key berikut :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor
Di panel bagian kanan double klik Start, ganti isinya (Value data) dengan 3 untuk mengaktifkan USB storage, jika isinya 4 maka Removable USB mass storage akan di disable.
Jika efeknya tidak langsung terlihat, maka Restart komputer terlebih dahulu.
Mencegah Virus Menyusupi Flash Disk
Menjamurnya penggunaan flashdisk di jaman globalisasi ini tentunya juga membuat semakin menjnamurnya "industri" virus. Hal Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari.Menjamurnya penggunaan flashdisk di jaman globalisasi ini tentunya juga membuat semakin menjnamurnya "industri" virus. Hal Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari.
Berikut langkah-langkahnya :
Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
Cari Lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Restart Komputer
Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides. Download.
Settings:
User Key: [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
System Key: [HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
Name: NoDriveAutoRun
Type: REG_DWORD (DWORD Value)
Value: 32-bit bitmask
Berikut langkah-langkahnya :
Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
Cari Lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Restart Komputer
Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides. Download.
Settings:
User Key: [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
System Key: [HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
Name: NoDriveAutoRun
Type: REG_DWORD (DWORD Value)
Value: 32-bit bitmask
Memperbaiki CD yg Tergores
Anda pasti sering menemui masalah dengan CD yang sudah tergores. Drive CD-ROM gagal membaca data yang ada didalamnya atau CD-Player sering melompati lagu yang sedang dimainkan. Biasanya anda akan membersihkan atau menggosok permukaan CD dengan bahan halus seperti kapas atau kain yang lembut untuk membersihkan permukaan CD yang kotor.
Anda pasti sering menemui masalah dengan CD yang sudah tergores. Drive CD-ROM gagal membaca data yang ada didalamnya atau CD-Player sering melompati lagu yang sedang dimainkan. Biasanya anda akan membersihkan atau menggosok permukaan CD dengan bahan halus seperti kapas atau kain yang lembut untuk membersihkan permukaan CD yang kotor.
Tapi ada baiknya anda juga mencoba CD tersebut dengan drive CD-ROM/CD-Player lain. Bahkan anda bisa mencoba mencuci permukaan CD dengan sedikit air yang dicampur deterjen. Pergunakan jari-jari tangan untuk menggosok permukan CD perlahan-lahan. Jika hasilnya sama, kemungkinan CD memang sudah tergores.
Cara lain yang bisa anda coba lakukan adalah dengan menggunakan pasta gigi. Gunakan kapas atau bahan kain yang permukaanya halus dan lembut untuk mengolesi permukaan CD yang tergores. Setelah itu bersihkan permukaan cd dengan air.
Atau, cairan pengkilap bahan metal (brasso) pun bisa anda gunakan untuk mencoba mengatasi masalah ini. Dengan cara yang sama, gosoklah permukaan CD secara melingkar dari bagian dalam ke tepi luar. Setelah itu, cucilah dengan air.
Oya, sebaiknya gunakan CD yang anda anggap gag penting aja buat eksperimen pertama.
Anda pasti sering menemui masalah dengan CD yang sudah tergores. Drive CD-ROM gagal membaca data yang ada didalamnya atau CD-Player sering melompati lagu yang sedang dimainkan. Biasanya anda akan membersihkan atau menggosok permukaan CD dengan bahan halus seperti kapas atau kain yang lembut untuk membersihkan permukaan CD yang kotor.
Tapi ada baiknya anda juga mencoba CD tersebut dengan drive CD-ROM/CD-Player lain. Bahkan anda bisa mencoba mencuci permukaan CD dengan sedikit air yang dicampur deterjen. Pergunakan jari-jari tangan untuk menggosok permukan CD perlahan-lahan. Jika hasilnya sama, kemungkinan CD memang sudah tergores.
Cara lain yang bisa anda coba lakukan adalah dengan menggunakan pasta gigi. Gunakan kapas atau bahan kain yang permukaanya halus dan lembut untuk mengolesi permukaan CD yang tergores. Setelah itu bersihkan permukaan cd dengan air.
Atau, cairan pengkilap bahan metal (brasso) pun bisa anda gunakan untuk mencoba mengatasi masalah ini. Dengan cara yang sama, gosoklah permukaan CD secara melingkar dari bagian dalam ke tepi luar. Setelah itu, cucilah dengan air.
Oya, sebaiknya gunakan CD yang anda anggap gag penting aja buat eksperimen pertama.
Mei 24, 2009
MENCUCI MAINBOARD...!!!
Tujuan pencucian sebenarnya tetap sama, yaitu membersihkan.
Langkah ini harus dilakukan karena motherboard mudah korosi.
Korosi pada motherboard disebabkan antaralain oleh :
1. Debu, apalagi debu yang lembab, atau yang terlalu kering seperti di daerah dekat laut.
2. Kotoran hewan, contohnya .. kencing kecoa, kotoran cicak, kencing tikus dll
3. Bangkai hewan, contohnya pasukan semut yang mati gara2 touring di board, fosil cicak, dll
4. Minyak / Cairan tak di undang, contohnya cairan minyak yang keluar dari batery bios bila batery sudah korosi, cairan yang keluar dari komponen ECLO yang rusak (Kondensator Elektrolit), tupahan kopi, dll
Korosi ini sangat membahayakan karena dapat memutuskan jalur pada layer dalam, biasanya hal ini terjadi apabila korosi sudah keterlaluan sehingga sudah masuk ke board melalui kaki komponen yang lost contact (ngepong=dalam bahasa jawa), dan yang paling parah lagi ... korosi akut bisa mematahkan kaki2 pada ic.
Nah.. dari alasan diatas, langkah yang paling mungkin dilakukan hanyalah mencucinya. Memang ada beberapa teknisi yang menggunakan bensin, atau tiner 75% / 90%, namun seringkali tidak ada hasilnya, karena tiner atau bensin tersebut hanya menghilangkan kotoran yang menempel pada lapisan pelindung saja dengan melarutkannya, padahal setelah dilakukan langkah pencucian ternyata berhasil.
Pengalaman : Sering bahkan sering sekali saya alami saat memperbaiki printer, cpu, maupun monitor, setelah dicuci malah masalah hilang alias barang menjadi normal. Yang lebih ektrim lagi saat itu ada sebuah cpu server dari salah satu bank nasionalsekian lama diperbaiki oleh beberapa teknisi tetap saja tidak berhasil, tapi setelah saya cuci dipasang langsung bisa jreng........ ( ngga pakai dukun bos... )
Hal inilah yang sering kali saya lakukan dan sering saya sarankan ke teknisi, untuk jenis kerusakan yang rumit langkah awal sebelum perbaikan adalah langkah pencucian, memang ribet dan lama, namun akan sangat membantu proses penanganan, khan enak kalau kerja pegang barang - barang yang bersih.
Sisi negatifnya : Estimasi tempo perbaikanjadi lebih lama, kurang lebih 3/4 har
Nah sekarang langkah - langkahnya :
PROSES PENCUCIAN
1. Lepaskan board, dan pastikan tidak ada satu kabelpun menempel, kalau ada lebih baik kabel di lepaskan.
2. Khusus untuk board power suply printer maupun cpu, dan board monitor, lepaskan :
- Trafo kecil maupun besar.
- Kumparan berkubah / yang terbungkus.
- IC yang menggunakan socket (kalau ada)
- Swicth power besar (biasanya pada monitor)
- Potensio (bukan trimpot) . Biasanya pada monitor.
3. Siapkan ember besar (menyesuaikan ukuran board) spy board benar2 bisa tidur telentang di dasar ember
4. Masukkan air HANGAT, bukan air panas. Masukkan secukupnya sampai bisa betul2 semua permukaan board terendam air.
5. Masukkan Sabun colek satu sendok teh, shampo untuk rambut berminyak segala merk satu sachet, rinso warna satu sendok makan. ( Perhatian : jangan mengikut sertakan pemutih atau cuka, karena bisa merontokkan board )
6. Aduk2 ramuan tersebut smpai benar2 tidak ada endapan yang tersisa.
7. Masukkan board yang ingin dicuci dan diletakkang mengahadap ke atas (bagian komponen di atas) rendam kurang lebih selama 2/3 jam. (boleh diikut sertakan komponen lain yang ingin direndam)
8. Setelah 2/3jam... board dibalik dan rendam kembali kurang lebih selama 1/2 jam saja.
9. Kemudian board diangkat dan di kuas2 di dalam ember, untuk bagian belakang disikat dengan sikat gigi yang berbulu halus. ( hati2 pada saat proses kuas.... terutama pada saat mengkuas bagian kaki IC )
10. Bilas sambil di kuas2 sampai betul bersih.
PROSES PENGERINGAN
Proses pengeringan efektif dilakukan pada jam 9.00 s/d 15.00 (kami sebut jam jemur).
1. Setelah dibilas, angkat, kibas - kibaskan, yg punya compresor angin akan lebih maksimal lagi disemprot,
kemudian angin2kan / tiriskan 5 menit
buset kayak resep masak aja nih ......
2. Kelantang/jemur benar2 di panas matahari (bukan dianginkan) dengan alas seng atau plat logam lainnya.
( Perhatian, plat logam yang digunakan menjemur jangan plat yang berkarat, sedikitpun hindari karat )
Pada saat cuaca benar2 panas waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan hanya 1 1/2 hari jam jemur.
Pada saat cuaca tidak bersahabat bisa menjadi 2 hari atau bahkan 3 hari jam jemur.
3. Setelah terasa cukup, cek bagian2 tersembunyi apakah masih ada kelembapan, atau masih ada cairan?
kalau masih ada bisa lakukan langkah penjemuran kembali secukupnya.
4. Board dikuas, untuk menghilangkan debu2.
5. Selesai.. dan pasang kembali board
Penting : Hati2 saat penjemuran apalagi kalau pinggir jalan, jangan sampai board punya orang disamber ama pemulung, hehe...
O... Ya... Sesgala sesuatu yang sifatnya instant terkadang tidak sempurna / maksimal, atau bahkan malah menimbulkan masalah, seperti pengeringan dengan Hair Dryer misalnya, kalau salah pemakaian bisa membuat komponen terbakar seperti saat pakai blower. Lebih baik pakai yang sudah diberikan ALLAH ke pada kita untuk kita manfaatkan, yaitu MATAHARI, selain itu kelantang alam lebih baik karena selain dipanasi matahari, juga akan dibantu oleh angin alami untuk membantu penguapan air, bayangin aja air laut yang segitu banyaknya aja nguap apa lagi cuman board, dan jangan khawatir pada komponen yang tertutup seperti slot usb, lpt1, com dll pasti kering dechhh... khan ada sang bayu juga selain sang mentari ....
Langkah ini harus dilakukan karena motherboard mudah korosi.
Korosi pada motherboard disebabkan antaralain oleh :
1. Debu, apalagi debu yang lembab, atau yang terlalu kering seperti di daerah dekat laut.
2. Kotoran hewan, contohnya .. kencing kecoa, kotoran cicak, kencing tikus dll
3. Bangkai hewan, contohnya pasukan semut yang mati gara2 touring di board, fosil cicak, dll
4. Minyak / Cairan tak di undang, contohnya cairan minyak yang keluar dari batery bios bila batery sudah korosi, cairan yang keluar dari komponen ECLO yang rusak (Kondensator Elektrolit), tupahan kopi, dll
Korosi ini sangat membahayakan karena dapat memutuskan jalur pada layer dalam, biasanya hal ini terjadi apabila korosi sudah keterlaluan sehingga sudah masuk ke board melalui kaki komponen yang lost contact (ngepong=dalam bahasa jawa), dan yang paling parah lagi ... korosi akut bisa mematahkan kaki2 pada ic.
Nah.. dari alasan diatas, langkah yang paling mungkin dilakukan hanyalah mencucinya. Memang ada beberapa teknisi yang menggunakan bensin, atau tiner 75% / 90%, namun seringkali tidak ada hasilnya, karena tiner atau bensin tersebut hanya menghilangkan kotoran yang menempel pada lapisan pelindung saja dengan melarutkannya, padahal setelah dilakukan langkah pencucian ternyata berhasil.
Pengalaman : Sering bahkan sering sekali saya alami saat memperbaiki printer, cpu, maupun monitor, setelah dicuci malah masalah hilang alias barang menjadi normal. Yang lebih ektrim lagi saat itu ada sebuah cpu server dari salah satu bank nasionalsekian lama diperbaiki oleh beberapa teknisi tetap saja tidak berhasil, tapi setelah saya cuci dipasang langsung bisa jreng........ ( ngga pakai dukun bos... )
Hal inilah yang sering kali saya lakukan dan sering saya sarankan ke teknisi, untuk jenis kerusakan yang rumit langkah awal sebelum perbaikan adalah langkah pencucian, memang ribet dan lama, namun akan sangat membantu proses penanganan, khan enak kalau kerja pegang barang - barang yang bersih.
Sisi negatifnya : Estimasi tempo perbaikanjadi lebih lama, kurang lebih 3/4 har
Nah sekarang langkah - langkahnya :
PROSES PENCUCIAN
1. Lepaskan board, dan pastikan tidak ada satu kabelpun menempel, kalau ada lebih baik kabel di lepaskan.
2. Khusus untuk board power suply printer maupun cpu, dan board monitor, lepaskan :
- Trafo kecil maupun besar.
- Kumparan berkubah / yang terbungkus.
- IC yang menggunakan socket (kalau ada)
- Swicth power besar (biasanya pada monitor)
- Potensio (bukan trimpot) . Biasanya pada monitor.
3. Siapkan ember besar (menyesuaikan ukuran board) spy board benar2 bisa tidur telentang di dasar ember
4. Masukkan air HANGAT, bukan air panas. Masukkan secukupnya sampai bisa betul2 semua permukaan board terendam air.
5. Masukkan Sabun colek satu sendok teh, shampo untuk rambut berminyak segala merk satu sachet, rinso warna satu sendok makan. ( Perhatian : jangan mengikut sertakan pemutih atau cuka, karena bisa merontokkan board )
6. Aduk2 ramuan tersebut smpai benar2 tidak ada endapan yang tersisa.
7. Masukkan board yang ingin dicuci dan diletakkang mengahadap ke atas (bagian komponen di atas) rendam kurang lebih selama 2/3 jam. (boleh diikut sertakan komponen lain yang ingin direndam)
8. Setelah 2/3jam... board dibalik dan rendam kembali kurang lebih selama 1/2 jam saja.
9. Kemudian board diangkat dan di kuas2 di dalam ember, untuk bagian belakang disikat dengan sikat gigi yang berbulu halus. ( hati2 pada saat proses kuas.... terutama pada saat mengkuas bagian kaki IC )
10. Bilas sambil di kuas2 sampai betul bersih.
PROSES PENGERINGAN
Proses pengeringan efektif dilakukan pada jam 9.00 s/d 15.00 (kami sebut jam jemur).
1. Setelah dibilas, angkat, kibas - kibaskan, yg punya compresor angin akan lebih maksimal lagi disemprot,
kemudian angin2kan / tiriskan 5 menit
buset kayak resep masak aja nih ......
2. Kelantang/jemur benar2 di panas matahari (bukan dianginkan) dengan alas seng atau plat logam lainnya.
( Perhatian, plat logam yang digunakan menjemur jangan plat yang berkarat, sedikitpun hindari karat )
Pada saat cuaca benar2 panas waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan hanya 1 1/2 hari jam jemur.
Pada saat cuaca tidak bersahabat bisa menjadi 2 hari atau bahkan 3 hari jam jemur.
3. Setelah terasa cukup, cek bagian2 tersembunyi apakah masih ada kelembapan, atau masih ada cairan?
kalau masih ada bisa lakukan langkah penjemuran kembali secukupnya.
4. Board dikuas, untuk menghilangkan debu2.
5. Selesai.. dan pasang kembali board
Penting : Hati2 saat penjemuran apalagi kalau pinggir jalan, jangan sampai board punya orang disamber ama pemulung, hehe...
O... Ya... Sesgala sesuatu yang sifatnya instant terkadang tidak sempurna / maksimal, atau bahkan malah menimbulkan masalah, seperti pengeringan dengan Hair Dryer misalnya, kalau salah pemakaian bisa membuat komponen terbakar seperti saat pakai blower. Lebih baik pakai yang sudah diberikan ALLAH ke pada kita untuk kita manfaatkan, yaitu MATAHARI, selain itu kelantang alam lebih baik karena selain dipanasi matahari, juga akan dibantu oleh angin alami untuk membantu penguapan air, bayangin aja air laut yang segitu banyaknya aja nguap apa lagi cuman board, dan jangan khawatir pada komponen yang tertutup seperti slot usb, lpt1, com dll pasti kering dechhh... khan ada sang bayu juga selain sang mentari ....
Langganan:
Postingan (Atom)
